Logo Header

Pria di Gowa Tebas Kakak Sepupu Pakai Parang hingga Tewas, Berawal dari Ayam Hilang

Ridwan
Ridwan Selasa, 15 Juni 2021 13:16
Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan

TEBARAN.COM, GOWA – Seorang pria di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) inisial AN (33) diamankan polisi usai melakukan penganiayaan terhadap kakak sepupunya berinisial AK (54) hingga meninggal dunia.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Kasubbag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan menyampaikan bahwa aksi peristiwa naas terjadi pada Minggu, Juni 2021, bermula saat pelaku menanyakan ayam miliknya kepada korban karena hilang.

“Seorang pria melakukan aksi penganiayaan terhadap korban karena ayam miliknya hilang dan tersinggung atas perkataan kasar korban,” kata AKP Tambunan kepada wartawan, Senin, 14 Juni 2021.

Tambunan menceritakan kronologinya yang berawal saat korban AK (54) datang di depan rumah pelaku AN (33) dengan membawa jagung. Saat itu, pelaku menanyakan kepada korban, soal jagung yang dibawanya itu.

Saat itu pula korban menjawab dengan nada emosi dan kesal bahwa jagung tersebut untuk makanan ayam. Mendengar itu, pelaku berusaha menahan emosi, dan langsung meninggalkan lokasi.

“Saat itu pelaku tidak melakukan tindakan apapun tapi pergi meninggalkan lokasi mencari sapi peliharaannya,” ujar Tambunan didampingi Kanit Reskrim Polsek Bontomarannu IPDA Arman saat jumpa pers di halaman Kantor Polsek Bontomarannu, Senin.

Lebih lanjut, sepulang mencari sapi, pelaku masih melihat korban berada di sekitar rumahnya. Pelaku sempat keluar meninggalkan rumahnya untuk membeli obat nyamuk. Namun saat dirinya pulang sekitar 22. 30 WITA di situlah dia melihat ayam miliknya hilang.

Pelaku mencurigai bahwa yang mengambil ayamnya itu adalah sang korban. Dia pun mencari dan menemukan korban sementara bermain kartu joker di rumah warga.

Saat itu kata Tambunan, pelaku memanggil korban dan mempertanyakan ayam miliknya yang hilang iru. Dan saat itu pula korban kemudian mendorong pelaku.

“Karena tindakan korban tidak diterima lalu pelaku mengancam untuk memarangi korban namun korban balik menantang kemudian pelaku mengayunkan parang miliknya ke arah pelipis kiri dan pergelangan tangan kiri lalu meninggalkan TKP,” tambahnya.

Saat peristiwa itu terjadi, sekitar pukul 24.00 WITA pelaku diamankan dengan menyerahkan diri ke polisi. Pihak kepolisian mengamankan pelaku bersama dengan barang bukti sepilah parang yang digunakan membunuh.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukan,” tandasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya terduga pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman penjara selama 5 tahun.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat bila ingin menyelesaikan permasalahan agar menggunakan kepala dingin jangan langsung emosi lalu bereaksi secara brutal,” pungkas Tambunan.

Ridwan
Ridwan Selasa, 15 Juni 2021 13:16
Komentar