Logo Header

100 Preman Berkedok Tukang Parkir, Pengamen di Makassar Digulung Polisi

Ridwan
Ridwan Minggu, 13 Juni 2021 20:39
Seratus orang terjaring operasi premanisme di Makassar
Seratus orang terjaring operasi premanisme di Makassar

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Seratus preman di sejumlah titik di Kota Makassar diberantas Polrestabes Makassar sehari setelah keluarnya instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sabtu 12 Juni 2021.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Operasi dilakukan petugas gabungan jajaran Polrestabes Makassar menyasar para preman berkedok sebagai tukang parkir liar, pak ogah dan pengamen yang kerap mengganggu aktivitas serta kenyamanan warga.

Operasi pemberantasan premanisme dilakukan di sejumlah titik seperti Jalan Pengayoman, Boulevard, Veteran Selatan, Veteran Utara, Sultan Alauddin, dan Hertasning serta Jalan Urip Sumohardjo.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan mengatakan, pemberantasan premanisme dilakukan menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terhadap preman yang meresahkan masyarakat.

“Tindakan tegas ini menindaklanjuti instruksi Kapolri untuk memberantas semua aksi premanisme, khususnya di jajaran wilayah Makassar,” ungkap E Zulpan, Minggu 13 Mei 2021

E Zulpan menjelaskan pada umumnya para preman ini beraktivitas sebagai tukang parkir liar yang kerap meminta setoran parkir yang tidak sesuai dengan harga normal sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Dia juga menegaskan, untuk seluruh kegiatan yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan warga Kota Makassar juga akan diberantas.

“Termasuk balapan liar, judi dan tindakan kriminal lainnya. Operasi ini akan terus dilakukan,” bebernya.

Selanjutnya, kata E Zulpan para pelaku yang diamankan nantinya akan didata dan diperiksa intensif, untuk ditindaklanjuti sesuai koridor hukum.

“Dan yang jelas dan terbukti melanggar hukum langsung kita proses dengan undang undang pidana sesuai dengan KUHP yang berlaku,” sebutnya.

Disebutkan Kabid Humas Polda Sulsel, Operasi pemberantasan preman tersebut akan terus dilakukan hingga masyarakat merasa aman dan nyaman.

Ridwan
Ridwan Minggu, 13 Juni 2021 20:39
Komentar