Logo Header

Menag Jawab Berbagi Isu Soal Haji yang Ramai Disoroti

Ridwan
Ridwan Kamis, 10 Juni 2021 15:45
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas

TEBARAN.COM, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjawab berbagai isu soal pembatalan pemberangkatan jemaah haji 2021. Mulai kuota haji hingga isu penyalahgunaan dana haji.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Menag Gus Yaqut sapaannya memberikan tanggapan terkait isu tersebut. Pertama, ia menegaskan bahwa pembatalan haji karena dasar pandemi Covid-19 yang juga masih belum reda di sejumlah negara.

“Kita tidak ingin jemaah haji ini berangkat ke Tanah Suci kemudian terpapar virus Covid-19 inginkan,” ungkap Gus Yaqut dalam acara Mata Najwa, Rabu 9 Juni 2021.

Soal ketidaksiapan pemerintah Indonesia, pihaknya menegaskan bahwa Kementerian Agama telah menyiapkan segala hal yang berkaitan manasik haji. Namun di Arab Saudi terdapat masalah.

Dikatakan bahwa penerbangan ke Arab Saudi terkendala karena masih mengalami suspend sehingga sulit untuk melakukan finalisasi persiapan di Arab Saudi.

“Kalau di dalam negeri sudah 100% kita sudah siap, problemnya di luar negeri. Disisi lain kita dibatasi oleh waktu,” jelasnya.

Menurutnya juga waktu persiapan mepet, sehingga pemerintah tidak ingin gegabah memutuskan pemberangkatan haji yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keselamatan jemaah.

“Kami lebih memilih keputusan pahit ini daripada harus korbankan jemaah. Kami tidak ingin jemaah menjadi korban ketidaksiapan atau persiapan-persiapan yang tidak sempurna,” bebernya.

Menag juga menanggapi soal isu hubungan diplomasi yang dianggap buruk. Ditegaskan olehnya, tidak ada masalah diplomasi antara Indonesia dan Arab Saudi.

“Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia kemarin sudah menegaskan tidak ada masalah diplomasi apapun antara Saudi dan Indonesia, jadi semua baik-baik saja dan kembali lagi masalahnya ke pandemi,” tegasnya.

Menag menyampaikan bahwa dalam memutuskan pembatalan haji pemerintah menunda waktu 12 hari untuk memastikan kondisi dan informasi kuota haji yang diberikan, namun hal tersebut tidak kunjung pasti.

“Pembatalan haji tahun lalu itu dibatalkan pada tanggal 10 Syawal dan kami membatalkan keberangkatan jama’ah ini pada tanggal 22 Syawal. Artinya kami masih mengambil waktu 12 hari untuk menunggu perkembangan,” jelasnya.

Gus Yaqut juga menampik isu yang beredar terkait penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur. Ditegaskannya bahwa dana haji tetap aman.

Oleh karenanya, dia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia, khusus kepada calon jemaah haji untuk tidak memercayai informasi tak bisa dipertanggungjawabkan.

“Jadi hoaks, fitnah, dan berita bohong tidak usah dipercaya, kita umat Islam diajarkan untuk tabayyun,” pungkasnya.

Penulis : Susan Alwia
Ridwan
Ridwan Kamis, 10 Juni 2021 15:45
Komentar