Logo Header

Lakpesdam Siap Cetak 100 Peneliti Sejarah NU di Sulsel

Ridwan
Ridwan Senin, 07 Juni 2021 21:30
Pelatihan Riset angkatan kedua Lakpesdam NU Sulsel di Aula Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, Sabtu-Senin, 5-7 Juni 2021
Pelatihan Riset angkatan kedua Lakpesdam NU Sulsel di Aula Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, Sabtu-Senin, 5-7 Juni 2021

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdatul Ulama (Lakpesdam NU) Sulsel akan menyiapkan 100 peneliti sejarah NU di Sulsel melalui pelatihan riset di tahun 2021 ini.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Pelatihan riset Lakpesdam NU Sulsel sudah berlangsung dua angkatan. Dan berhasil mencetak 51 alumni. Mereka yang mengikuti pelatihan tersebut merupakan perwakilan cabang dan Badan Otonom (Banom) NU tiap daerah.

Pelatihan riset ini akan kembali berlanjut dengan menargetkan 100 alumni di tahun ini. Mereka akan dipersiapkan menjadi peneliti sejarah NU Sulsel.

Ketua Lakpesdam NU Sulsel Saprillah Syahrir mengatakan pelatihan riset ini untuk meningkatkan kapasitas intelektual generasi muda NU agar ruang akademisi di tubuh NU Sulsel semakin kuat.

“Kami harap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas intelektual anak muda NU dan menguatkan lagi ruang akademisi di tubuh NU. Insya Allah tahun in kami akan mencetak alumni riset 100 orang,” kata Saprillah yang biasa disapa Pepi, Senin, 7 Mei 2021.

Selain peningkatan kapasitas akademik kata dia, alumni riset dari berbagai daerah tersebut juga akan dipersiapkan menjadi kontributor peneliti sejarah NU di Sulsel.

“Kita akan membuat buku sejarah NU di Sulsel yang otoritatif. Dan mereka (alumni riset) akan menjadi kontributor,” jelas Kepala Balitbang Agama Kota Makassar ini.

Saprillah menargetkan buku sejarah NU di Sulsel selesai pada tahun 2023. Tahun 2022 kata dia fokus pada pengumpulan data riset sejarah NU di Sulsel.

“Tahun 2023, jelang Konferwil (Konferensi Wilayah NU Sulsel) bukunya sudah ada,” tandasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa pelatihan riset ini menjadi pembelajaran dan pembinaan kepada kader muda NU di Sulsel untuk belajar menulis artikel.

“Jadi nanti juga akan ada kelas-kelas kecil sekitar 30 orang yang fokus menulis artikel, misalnya artikel menulis feature,” sebut Saprillah, penulis buku Kyiai Saleh.

Untuk diketahui sebelumnya pelatihan riset angkatan pertama dilaksanakan pada April lalu. Dan angkatan kedua dilaksanakan 5-7 Juni 2021 selama tiga hari.

Pelatihan riset dilangsungkan di Aula Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, Jalan Andi Pangeran Petterani.

Beberapa pemateri dari pakar peneliti dihadirkan seperti, Saprillah Syahrier, Syamsurijal Ad’han, Irfan Syuhudi, Taufik Ahmad, Abdul Karim dan Husnul F Ilyas.

Penulis : Majid
Ridwan
Ridwan Senin, 07 Juni 2021 21:30
Komentar