Logo Header

Haji 2021 Dibatalkan, Kemenag Makassar: Belum Ada Kuota Haji dari Arab Saudi

Ridwan
Ridwan Senin, 07 Juni 2021 19:36
Kantor Kementerian Agama Kota Makassar
Kantor Kementerian Agama Kota Makassar

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyampaikan bahwa pembatalan pemberangkatan jemaah haji 2021 Indonesia karena belum ada kuota haji yang ditetapkan dari Arab Saudi.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

“Intinya memang pemerintah Indonesia belum mendapatkan penetapan resmi dari Saudi Arabia terkait kuota yang ada,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Makassar, Ambo Sakka Ambo saat ditemui Tebaran di ruang kerjanya, Senin, 7 Juni 2021.

Meski begitu, menurut Ambo, pemerintah telah mempersiapkan persyaratan keberangkatan jemaah seperti paspor dan dokumen lainnya. Pengurusan Paspor untuk jemaah haji Makassar sudah hampir rampung.

“Alhamdulillah sudah rampung 90%, sudah siap untuk penerbitan visa karena dari kelengkapan Paspor itu bisa diterbitkan visanya ketika ada pemberangkatan jam’ah haji,” jelas Ambo.

Dia mengatakan, kuota jemaah haji tahun 2020 akan diberangkatkan pada tahun 2022 jika sudah ada keputusan kuota jemaah haji dari pemerintah Arab Saudi.

“Ketika kuota pemberangkatan haji sudah ditetapkan maka kuota jemaah haji tahun 2020 yang akan diberangkatkan terlebih dahulu,” terang Ambo.

Calon jemaah haji 2021 asal Sulsel batal berangkat ada 1.272 orang. Mereka semua telah menyalani suntik vaksin. Salah satu syarat pemberangkatan jemaah haji di tengah pandemi virus Corona alias Covid-19.

“Ribuan calon jemaah haji Itu sudah divaksin semua, termasuk bagi lanjut usia sebagai antisipasi instruksi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Kami sudah persiapkan semua,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, di Makassar, Kamis petang 3 Juni 2021.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memutuskan pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji 2021. Ini diatur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 3 Juni 2021.

Dalam surat keputusan tersebut, ada sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar pemerintah membatalkan pemberangkatan jemaah haji.

Pertama, terancamnya kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji akibat pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

Sementara, dalam ajaran Islam, menjaga jiwa harus dijadikan dasar pertimbangan utama dalam menetapkan hukum atau kebijakan oleh pemerintah.

Pertimbangan lainnya yakni Kerajaan Arab Saudi hingga kini belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.

Arab Saudi juga belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Padahal, pemerintah Indonesia butuh waktu yang cukup untuk melakukan persiapan pelayanan jemaah haji.

Penulis : Susan Alwia
Ridwan
Ridwan Senin, 07 Juni 2021 19:36
Komentar