Logo Header

Pemda Tana Toraja Baru Kirim Bantuan Dana, Bupati dan Wabup Tak Tahu Ada Lomba STQH

Ridwan
Ridwan Minggu, 06 Juni 2021 17:11
Wakil Bupati Zadrak Tombe mengutus anggotanya membawakan bantuan dana untuk Kontigen Tana Toraja yang mengikuti STQH Ke-32 tingkat provinsi di Sidrap
Wakil Bupati Zadrak Tombe mengutus anggotanya membawakan bantuan dana untuk Kontigen Tana Toraja yang mengikuti STQH Ke-32 tingkat provinsi di Sidrap

TEBARAN.COM, SIDRAP – Pihak Pemda Tana Toraja menyampaikan adanya miskomunikasi terkait tidak turunnya bantuan Kontingen Tana Toraja mengikuti STQH Ke-32 tingkat provinsi di Pangkajene Sidrap.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Bantuan dana tidak turun hingga pelepasan pemberangkatan Kontingen STQH Tana Toraja yang dilakukan Wakil Bupati Tana Toraja Zadrak Tombe di Aula Kantor Kemenag Tana Torana 2 Juni lalu.

Hal ini disampaikan Zainuddin Bokko utusan Wabup Zadrak Tombe saat membawakan bantuan dana dari Pemda kepada Kontingen STQH Tana Toraja di pemondokan kafilah Tana Toraja di Pangkajene Sidarap, Sabtu malam 5 Juni 2021.

“Ini karena miskomunikasi semata sehingga muncul kesan bahwa Pemda Tana Toraja abai dengan keberangkatan kontingen Tana Toraja,” katanya.

Menurutnya, jejak administasi atau dokumen persuratan dan proposal permintaan bantuan untuk mengikuti lomba STQH tidak ditemukan di bagian Kesra.

“Sehingga bapak bupati dan wakil bupati tidak tahu kalau ada kagiatan seperti ini,” ucap Zainuddin.

Zainuddin Bokko bersama Said Tato dan 2 rekan lainnya diutus khusus oleh Wakil Bupati Tana Toraja untuk memberikan bantuan dana dari Yayasan Sinar Kasih sebesar Rp 30 juta kepada kafilah Tana Toraja tengah berjuang mengharumkan nama Tana Toraja pada ajang lomba STQH ke-32 di Kabupaten Sidrap.

Sebagaimana penyampaian Zainuddin, Wakil Bupati Tana Toraja berharap kafilah Tana Toraja dapat memberikan prestasi yang membanggakan dan berjanji akan menyiapkan hadiah khusus jika ada prserta asal Tana Toraja yang mampu menjadi juara.

Kehadiran Zainuddin cs di pemondokan kafilah Tana Toraja di Pangkajene Sidrap diterima langsung oleh Ketua Panitia Pemberangkatan Kafilah STQH Tana Toraja, Buhari Pamilangan bersama Kasi Bimas Islam, H Arifuddin dan sejumlah panitia lainnya.

Zainuddin berharap, jika ada kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya agar jauh sebelum dilaksanakan dikomunisikan terlebih dahulu dengan pemda.

“Bisa langsung ke bagian kesra atau lewat kami-kami ini atau bisa juga langsung menemui pak Bupati atau pak Wabup,” tandasnya.

Sementara itu, Buhari Pamilangan mengungkapkan bahwa upaya persuratan dan pengajuan proposal kegiatan telah dilakukan. “Namun mungkin karena terjadi transisi kepemimpinan sehingga dokumen-dokumen itu diabaikan,” ucap dia.

Buhari Pamilangan kemudian menerangkan jika kegiatan STQH ini adalah kegiatan turunan dari pusat, provinsi hingga ke kabupaten – kota, dan pendanaannya pun melalui Biro Kesra Setda Prov. Sulawesi Selatan serta bagian Kesra pada setiap kab/kota.

“Jadi posisi Kementreian Agama disini hanya sebagai pelaksana teknis, untuk itu dibutuhkan koordinasi dan sinergisitas dengan Pemda. Dan itu sudah kami lakukan yang dibuktikan dengan hadirnya dr Zadrak melepas kafilah Tana Toraja,” tutur Buhari menambahkan.

Untuk bantuan dari Yayasan Sinar Kasih ini, atas nama panita STQH Kab. Tana Toraja, Buhari Pamilangan menyampaikan salam.hormat dan ucapan terimakasih kepada Zadrak Tombe baik selaku pemilik Yayasan Sinar Kasih maupun sebagai Wakil Bupati Tana Toraja.

Sebelumnya diberitakan, Kontingen Tana Toraja yang akan mengharumkan nama Tana Toraja di tingkat Provinsi sama sekali tidak mendapatkan dukungan anggaran.

Salah satu anggota Kontingen STQH Tana Toraja yang tidak ingin disebutkan namanya saat ditemui di lokasi Pemondokan Kontingen Tana Toraja di Kabupaten Sidrap Rabu malam 02 Juni 2021 menceritakan keterbatasan yang dihadapi demi membawa nama Toraja di ajang Provinsi tersebut.

Dia mengaku jika kebutuhan biaya untuk bisa memberangkatkan 25 peserta dan official Tana Toraja ke Sidrap, Panitia menggunakan dana secara mandiri dengan mengumpulkan donasi dari orang perorang.

“Sama sekali tidak ada dana dari Pemda padahal ini agenda Pemda” katanya.

Dia menjelaskan jika dana yang digunakan dari patung-patungan ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Tana Toraja.

Ridwan
Ridwan Minggu, 06 Juni 2021 17:11
Komentar