Logo Header

Dukung Pembatalan Haji, Ketua GP Ansor Sulsel: Jangan Terpengaruh Berita Hoax

Ridwan
Ridwan Sabtu, 05 Juni 2021 18:48
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua GP Ansor Sulsel Rusdi Idrus
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua GP Ansor Sulsel Rusdi Idrus

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan (Sulsel) mendukung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membatalkan pemberangkatan jemaah haji 2021.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Ketua GP Ansor Sulsel Rusdi Idrus mengatakan, keputusan pemerintah ini didasari pertimbangan agama yakni menjaga keselamatan jemaah di masa Pandemi Covid-19.

Bahkan menurutnya, ada mutasi varian baru Covid-19, merupakan sesuatu yang tidak bisa ditunda, tetapi beribadah dalam keadaan darurat bisa ditunda.

“Demi kemaslahatan jemaah haji, tentu langkah yang dilalukan pemerintah saat ini sudah tepat, karena kita masih dalam situasi pandemi Covid-19,” ujarnya di Sekretariat PW GP Ansor Sulsel, Sabtu 5 Juni 2021.

Dia meyakini bahwa pembatalan Haji 2021 merupakan pilihan terbaik pemerintah meskipun itu pahit.

“Tugas kita memberikan pencerahan kepada masyarakat, jangan terpengaruh dengan berita – berita hoax yg menimbulkan kegaduhan, yang sengaja dibuat oleh orang yang mau melihat kita terpecah,” tegasnya.

Oleh karena itu, Rusdi mengajak jemaah mengambil hikmah dari penundaan keberangkatan haji tahun ini. Dengan berdoa agar penundaan tersebut tidak mengurangi makna dan niat untuk melaksanakan ibadah haji.

“Kita berdoa, semoga Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan pahala yang berlimpah atas kesabaran dan ketabahan kita untuk menerima berbagai macam ujian dan cobaan,” tuturnya.

Calon Jemaah Haji Sulsel Sudah Vaksin

Sebanyak 7.272 calon jemaah haji asal Sulsel batal berangkat ke tanah suci pada tahun 2021. Meski mereka telah disuntik vaksin Covid-19.

“Ribuan calon jemaah haji Itu sudah divaksin semua, termasuk bagi lanjut usia sebagai antisipasi instruksi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Kami sudah persiapkan semua,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, di Makassar, Kamis petang 3 Juni 2021.

Pembatalan ibadah haji Indonesia, khususnya di Sulsel sesuai dengan keputusan Kemenag RI Nomor 660 tahun 2021 yang menyebutkan bahwa pelaksanaan ibadah haji dibatalkan tahun ini.

Khaeroni menyebut keputusan ini diambil karena hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian terkait kuota haji Indonesia, termasuk calon haji dari negara lainnya.

“Saya kira waktunya sudah tidak memungkinkan untuk dipaksakan. Selain itu, keamanan dan kesehatan jemaah haji yang paling utama karena Covid-19 masih merajalela,” ungkapnya.

Apalagi, dalam UU Nomor 8 tahun 2019 juga memberikan amanah kepada pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada jemaah haji terkait faktor kesehatan, keamanan, dan keselamatan.

Menurut Khaeroni, keputusan ini juga menjadi final berdasarkan keputusan berbagai lintas sektoral, seperti Komisi VIII RI, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, dan lainnya terkait jemaah haji.

“Kepada masyarakat, khususnya calon jamaah haji, kami harapkan kiranya dapat menerima keputusan ini, memang dirasa pahit, tetapi semoga bisa dimaklumi untuk kebaikan kita bersama,” ucapnya.

Ridwan
Ridwan Sabtu, 05 Juni 2021 18:48
Komentar