Logo Header

RS Otak Nasional Bakal Dibangun di Sulsel, Plt Gubernur Usul Namanya Diganti Jadi Rumah Sehat

Ridwan
Ridwan Sabtu, 05 Juni 2021 01:46
Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaima membahas rencana pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Sulsel bersama Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, Abdul Kadir di Makassar, Jumat, 4 Juni 2021.
Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaima membahas rencana pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Sulsel bersama Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, Abdul Kadir di Makassar, Jumat, 4 Juni 2021.

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Rumah Sakit (RS) Otak Nasional bakal dibangun di Sulawesi Selatan (Sulsel). Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengusulkan namanya diganti menjadi Rumah Sehat.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Rencana pembangunan rumah sakit tersebut hasil kerja sama antar Pemprov Sulsel dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dianggarkan sekitar Rp 900 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

Ini disampaikan Andi Sudirman Sulaiman dalam pertemuan pembahasan lanjutan terkait rencana pembangunan rumah sakit tersebut bersama Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kemenkes Prof dr Abdul Kadir.

Pertemuan berlangsung di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jum’at 4 Mei 2021. Ini pertemuan kedua setelah sebelumnya sempat bertemu pada 17 April lalu.

Pertemuan kali ini rombongan Kemenkes sudah melakukan survei beberapa titik lokasi rencana pembangunan rumah sakit tersebut.

Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, RS Pusat Otak Nasional ini, bukan hanya menangani otak, namun juga bisa menjadi pusat penanganan jantung, stroke, kanker dan lainnya.

“Untuk rencana proses pengerjaan fisik diperkirakan pada tahun 2022. Saat ini, masih melakukan survei lokasi di beberapa lahan aset milik Pemprov,” ujarnya.

Dirinya pun mengusulkan agar penamaan rumah sakit ini bisa menjadi rumah sehat.

“Kita usul agar nomenklatur sedianya bisa diubah nama menjadi rumah sehat sehingga masyarakat ke Rumah Sehat bukan karena sakit tapi lebih banyak karena sifatnya preventif,” katanya.

“Kita ingin menggagas rumah sehat, meski ada penanganan melalui recovery (pemulihan), namun kita lebih perkuat bagaimana pencegahan,” jelasnya.

Olehnya itu, lanjut dia, untuk mendukung hal itu nantinya akan dibantu melalui Puskesmas.

“Seperti namanya sebagai Pusat kesehatan masyarakat, bisa menjadi promotor kesehatan. Sehingga saling menguatkan dengan Puskesmas di seluruh Sulawesi Selatan, sebagai garda terdepan promotor kesehatan,” pungkasnya.

Ridwan
Ridwan Sabtu, 05 Juni 2021 01:46
Komentar