Logo Header

Misteri Air Terjun Parangloe Banyak Menelan Korban Jiwa

Ridwan
Ridwan Jumat, 04 Juni 2021 08:30
Air Terjun Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Foto: Istimewa)
Air Terjun Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Foto: Istimewa)

TEBARAN.COM, GOWA – Air Terjun Parangloe merupakan salah satu destinasi wisata alam yang ada di Desa Borissalo, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Keindahan Air Terjun ini memancing banyak wisatawan lokal maupun luar daerah datang. Air terjun ini memiliki keunikan tersendiri. Air terjunnya bertingkat disertai susunan batu menarik dengan begitu alami.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Kedalaman airnya diperkirakan empat sampai lima meter. Di kawasan air terjun juga terpotret begitu alami. Di sana kebersihan sangat terjaga.

Jarak tempuh dari Makassar ke lokasi Air Terjun Parangloe diperkirakan sekitar 20 kilometer. Jika menggunakan kendaraan roda dua anda hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Untuk sampai di Desa Borissalo, daerah tempat Air Terjun Parangloe anda harus melewati jalan yang bebatuan, dan sangat sulit dilewati kendaraan roda empat. Selain bebatuan, juga jalannya sangat sempit.

Setelah sampai di titik penyimpanan kendaraan. Anda harus lagi berjalan laki dengan jarak tempuh sekitar 300 meter untuk sampai di Air Terjun Parangloe. Anda harus menyeberangi sungai air terjun tersebut.

Tapi sebelum anda meninggalkan lokasi parkiran menuju titik Air Terjun anda harus mengeluarkan uang Rp 5 ribu biyaya parkir untuk satu kendaraan. Selain itu, ternyata juga ada biyaya kebersihan Rp 3 ribu per orang.

Misteri Air Terjun Parangloe

Air terjun identik menyimpan cerita misteri. Tak terkecuali Air Terjun Parangloe di Sulawesi Selatan

Salah seorang warga setempat yang sehari-harinya bertugas mengantar pengunjung menuju titik Air Terjun ini, mengingatkan agar pengunjung tidak bandel. Harus mendengar sama petugas yang mengantarnya.

Semisal jika dilarang untuk menyelam di tempat yang dalam airnya dan rawan menelan korban jiwa agar diindahkan. Hal ini demi kebaikan dan keselamatan wisatawan atau pengunjung sendiri.

Pria paruh baya itu mengaku sering kali menemukan pengunjung yang tidak mau diingatkan atau ditegur. Apalagi kata dia pengunjung yang datang bersama pasangannya agar tidak melakukan hal tak terpuji.

“Di sini ada penghuninya orang Islam (tidak terlihat). Dan tidak menyukai orang yang melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Kalau ada yang melakukan ‘begitu’ biasa ada na ambil orang (korban jiwa),” kata Sarring saat ditemui Tebaran beberapa waktu lalu di Air Terjun Parangloe.

Menurut Sarring Air Terjun Parangloe pernah ditutup karena banyak menelan korban jiwa. Namun tidak dijelaskan secara detail kapan waktunya itu. Hingga kemudian kembali dibuka oleh pengunjung sendiri.

Pemerintah Pemprov Sulsel, Kabupaten Gowa maupun pemerintah setempat jika berkunjung di lokasi tersebut seringkali mengingatkan warga setempat untuk terlibat memantau dan mengawasi para pengunjung.

Peringatan-peringatan dari sinilah, sehingga Sarring terus mengawasi dan mengingtkan pengunjung lokasi wilayah milik negara itu. Di lokasi sekitar air terjun juga dijaga oleh kehutanan. Karena tanah ini milik negara.

Sarring tidak akan meninggalkan pengunjung yang diantaranya jika mereka belum balik. Ini demi memastikan keselamatan mereka. Diakuinya juga, jika ada pengunjung yang bermalam dia pun harus bermalam.

Di sana, Sarring memiliki rumah-rumah kebun. Di tempat itulah terkadang dia bermalam jika ada pengunjung yang datang nge-camp. Namun Sarring memang sudah terbiasa bermalam di rumah kebunnya itu.

Selain bertugas menjaga para pengunjung. Dia juga memiliki kesibukan yaitu bertani. Sewaktu-waktu dia pergi bercocok tanam di kebun miliknya. Dia memiliki tanah yang ditanami jagung dan pohon rambutan.

Dia tidak sendiri bertugas memantau pengunjung di lokasi. Disebutkan dia bersama sembilan rekannya. Dengan tugas yang berbeda. Karena jalan menuju titik Air Terjun terdapat tiga jalur sehingga biasanya semua terpantau olehnya.

Di lokasi wisata memang sepanjang jalan hingga sampai di titik Air Terjun belum ada peringatan terpajang. Meski demikian penting untuk tetap berhati-hati dan waspada saat menikmati indahnya Air Terjun Parangloe.

Mengutip dari Koran Tempo edisi 21 Mei 2012. Dilaporkan selama tiga tahun berturut-turut. Air Terjun Parangloe sudah menelan 10 korban jiwa. Dari sumber lain pada tahun 2014 juga dikabarkan ada tiga orang tewas diterjang air bah. Dan tahun 2016 ada dua orang.

Ridwan
Ridwan Jumat, 04 Juni 2021 08:30
Komentar