Logo Header

Tingkatkan Kualitas Guru, Direktur GTK Kemenag dan FTK UIN Alauddin Jajaki MoU PPG

Ridwan
Ridwan Kamis, 03 Juni 2021 23:31
Direktur Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag Muhammad Zain dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar Dr Marjuni jajaki MoU PPG Hotel Novotel Bandar Lampung, Kamis 3 Juni 2021.
Direktur Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag Muhammad Zain dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar Dr Marjuni jajaki MoU PPG Hotel Novotel Bandar Lampung, Kamis 3 Juni 2021.

TEBARAN.COM, LAMPUNG – Direktur Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menjajaki nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Penandatanganan MoU PPG antara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Rayon 212 FTK UIN Alauddin Makassar untuk meningkatkan kualitas guru.

Selain FTK UIN Alauddin, ada 27 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang melakukan MoU PPG 2021 dengan Direktur GTK Kemenag Muhammad Zain.

Penandatanganan MoU PPG dalam jabatan bagi Madrasah tahun 2021 ini berlangsung di Hotel Novotel Bandar Lampung, Kamis 3 Juni 2021.

Direktur GTK Kemenag Muhammad Zain mengatakan bahwa MoU ini sebagai komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan PPG 2021 dan wujudkan guru profesional.

Menurutnya ini sebagai misi keumatan dengan jalan meningkatkan kualifikasi dan kesejahteraan guru-guru di madrasah.

Dengan perjanjian kerjasama PPG ini juga sebagai komitmen pemerintah mewujudkan guru yang berkualitas dan profesional.

“Kita harus sama-sama membangun pendidikan, mewujudkan guru profesional,” terang pria asal Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini.

Serupa disampaikan Dekan FTK UIN Alauddin Makassar Dr Marjuni bahwa perjanjian kerjasama ini akan meningkatkan mutu guru madrasah dan guru agama di sekolah umum.

Dengan demikian lanjut Marjuni, guru-guru di madrasah nantinnya akan familiar dengan pembelajaran mengunakan teknologi.

“Apa lagi dengan adanya pandemi Covid-19 sistem pembelajaran dilakukan secara online, dan guru dituntut mampu menguasai teknologi,” pungkas Marjuni.

Ridwan
Ridwan Kamis, 03 Juni 2021 23:31
Komentar