Logo Header

Jemaah Haji 2021

Amphuri Sulsel Tanggapi Jemaah Haji Batal Berangkat 2 Tahun Berturut-turut

Ridwan
Ridwan Kamis, 03 Juni 2021 18:29
Ilustrasi Masjidil Haram di Mekkah. (Wikimedia Commons/Prof. Mortel)
Ilustrasi Masjidil Haram di Mekkah. (Wikimedia Commons/Prof. Mortel)

TABARAN.COM, MAKASSAR – Pemerintah kembali membatalkan pemberangkatan Jemaah Haji 2021. Itu berarti sudah dua tahun berturut-turut jamaah haji Indonesia tidak dapat berangkat ke tanah suci.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Wakil Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia atau Amphuri Sulsel Azhar Gazali mengatakan pembatalan pemberangkatan jemaah haji tahun ini karena memang Covid-19 masih berlangsung.

Pihaknya mendukung kebijakan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membatalkan pemberangkatan jemaah haji 2021. Karena dalam keputusannya melibatkan DPR dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam.

“Amphuri Sulsel menerima keputusan pemerintah, karena ini keputusannya melibatkan DPR, Ormas Islam. Jadi ini keputusan bersama karena alasannya ketaatan, keselamatan dan keamanan jemaah (haji),” katanya dihubungi Tebaran, Kamis 3 Juni 2021.

Azhar Gazali mendukung kebijakan pemerintah, meski sebelumnya dia berharap pembatalan pemberangkatan jemaah haji hanya berlaku pada kuota haji pemerintah, dan tidak berlaku untuk kuota lainnya, kuota haji Furoda.

Haji Furoda adalah haji yang visa Hajinya diperolah melalui undangan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia di luar kuota visa Haji yang sudah dijatahkan kepada Kementerian Agama (Kemenag) RI.

“Tadinya kita berharap kuota visa Haji Furoda tetap ada. Jadi memang semua tidak boleh. Kan kalau kita punya kuota haji plus tidak mendapat subsidi pemerintah. Murni dibayar dari jemaah. Dan ternyata itu juga tidak bolehkan dengan alasan keselamatan jemaah,” paparnya.

Batalnya pemberangkatan jemaah haji dua tahun ini menurutnya tidak menimbulkan kerugian secara material dari jemaah. Karena dana miliknya masih aman. Yang ada hanya kerugian secara immaterial.

“Ini hanya soal penundaan. Jadi dana mereka yang di BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) juga tetap aman. Kalau tahun depan dibuka, ya tahun depan mereka berangkat. Insya Allah,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Dr Ali Yafid mengatakan bahwa jemaah haji batal berangkat tahun 2021 sebanyak 7. 272 orang.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan bahwa pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021 M.

Menurutnya, di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang malanda dunia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

“Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, Pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia,” tegas dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis 3 Juni 2021.

Pembatalan keberangkatan jemaah ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI) baik dengan kuota haji Indonesia maupun kuota haji lainnya.

Jemaah haji, reguler dan haji khusus, yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1441 H/2020 M, akan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M.

“Setoran pelunasan Bipih dapat diminta kembali oleh jemaah haji yang bersangkutan. Jadi uang jemaah aman. Dana haji aman,” ujar Menag.

Ridwan
Ridwan Kamis, 03 Juni 2021 18:29
Komentar