Pimpinan LP2M UIN Alauddin Makassar Kunjungi Posko Mahasiswa KKN-PLP Integrasi di Jakarta

TEBARAN.COM, JAKARTA – Pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar Prof Dr Andi Marjuni mengujungi posko mahasiswa KKN-PLP Integrasi angkatan 77 yang ada di Jakarta Timur, Selasa, 19 Agustus 2025.
Sekretaris LP2M itu mendatangi beberapa posko mahasiswa KKN-PLP yang tersebar di di Jakarta Timur, yakni Kecamatan Menteng, Kuningan, Pondok Gede dan Kecamatan Bekasi. Ia datang untuk memastikan program pengadian mahasiswa berjalan baik dan bermanfaat untuk masyarakat.

Sekretaris LP2M UIN Alauddin Makassar Prof Dr Marjuni bersama dengan mahasiswa KKN-PLP Integrasi di Jakarta Timur. Foto: Ridwan/tebaran.com).
Dari hasil diskusi Prof Marjuni dan mahasiswa beberapa program pengadian yang tengah berjalan. Salah satunya sosialisasi anti-bullying kepada para remaja dan peserta didik yang ada di lembaga pendidikan.
Program lainnya juga seperti membuat hiasan mudding di lembaga-lembaga pendidikan. Kemudian, mahasiswa ikut aktif dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka membuat photo booth dan mengadakan beragam lomba.
Tak hanya itu, mahasiswa juga melakukan penyuluhan ekonomi, kewirausahaan, pengelolaan sampah dalam kebersihan lingkungan, program pendidikan non-formal dan melakukan pembangunan infrastruktur bekerjasama dengan pihak pemerintah yang ada di lingkungan Kecamatan.
“Termasuk program berupa bersih-bersih rumah ibadah. Jadi bersih-bersih rumah ibadah di sini karena ada beberapa rumah ibadah yang berada di lingkungan masyarakat yang ada di Bekasi,” sebut Prof Marjuni, Guru Besar Pendidikan Islam itu.
“Nah, yang paling penting di sini, melakukan digitalisasi marketing terhadap UMKM. Dan, sejauh ini kami mengamati bagaimana membuat laporan yang menyangkut tentang tujuan dan kegiatan yang dilakukan, terutama pada aspek pengabdian kepada masyarakat,” jelas Prof Marjuni, melanjutkan.
mahasiswa juga kata dia senantiasa membuat checklist daftar kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa KKN. “Dan, selama ini kami mengecek semua absensi digital yang dilakukan oleh mahasiswa setiap hari, melakukan pelaporan secara LKH, yaitu kegiatan harian,” tambahnya.
Prof Marjuni juga menyarankan mahasiswa untuk memaksilkan dokumentasi KKN. Dan, memanfaatkan fitur-fitur media sosial, Instagram, Tiktok dan Facebook.
“Nah saya kira tentu masalah dokumentasi ini sangat penting sebagai bukti fisik dan seluruh mahasiswa yang kami pantau dari empat titik lokasi mereka untuk melakukan pengabdian masyarakat semuanya punya bukti fisik secara digital dengan membuat bahkan di Pondok Gede diharuskan untuk membuat konten-konten minimal 27,” ungkapnya.
“Saya kira itu penuhnya program kerja yang dilakukan oleh mahasiswa KKN yang terintegrasi dengan PPL, Fakultas Dakwa dan Komunikasi di lingkungan DKI Jakarta,” pungkas mantan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar itu.
- 1
- 2
- 3