Logo Header

Rizieq Shihab Divonis 8 Bulan Penjara dan Denda Rp20 Juta, Ini yang Meringankan

Ridwan
Ridwan Kamis, 27 Mei 2021 20:42
Foto Habib Rizieq Shihab
Foto Habib Rizieq Shihab

TEBARAN.COM, JAKARTA – Mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab divonis 8 bulan penjara atas perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Vonis 8 bulan untuk kasus Petamburan juga dijatuhkan kepada 5 tersangka mantan pimpinan FPI lainnya.

Lain halnya dengan kasus kerumunan massa di Megamendung Puncak, Kabupaten Bogor pada 13 November 2020, Habib Rizieq Shihab divonis denda Rp 20 juta tanpa hukuman pidana.

Namun bila denda tersebut tidak dibayar, maka Habib Rizieq Shihab wajib mengganti dengan pidana kurungan selama lima bulan.

Vonis dua kasus tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis 27 Mei 2021.

Rizieq Shihab dianggap terbukti melanggar aturan tentang kekarantinaan kesehatan yang diatur dalam Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan.

Rizieq Shihab dan semua terdakwa dianggap bertanggung jawab terhadap pelanggaran protokol kesehatan.

Dalam vonis kasus di Petamburan ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dengan pidana penjara selama dua tahun.

Sementara untuk kelima mantan petinggi FPI jaksa menuntut masing-masing 1 tahun 6 bulan dengan pengurangan masa tahanan.

Kelimanya yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi.

Jaksa juga menuntut pidana tambahan berupa pencabutan hak sebagai anggota dan/atau pengurus organisasi masyarakat selama tiga tahun.

Dalam kasus kerumunan di Markas Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, JPU menuntut Rizieq Shihab dengan pidana penjara 10 bulan dan denda Rp50 juta.

Putusan hakim lebih ringan dibandingkan JPU karena dianggap Rizieq Shihab kooperatif.

“Dia dianggap kooperatif dengan menempati janjinya untuk meminta para pendukunga tidak datang ke persidangan,” kata Suparman.

Majelis hakim juga menganggapnya sebagai tokoh agama yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat.

Sementara faktor yang memberatkan, Rizieq Shihab dinilai tidak mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ridwan
Ridwan Kamis, 27 Mei 2021 20:42
Komentar