Logo Header

Daftar Nama 51 Pegawai KPK yang ‘Merah’ Tak Lolos ASN Dirahasiakan?

Ridwan
Ridwan Selasa, 25 Mei 2021 20:04
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

TEBARAN.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata masih merahasiakan daftar nama 51 pegawai KPK yang disebut merah tak lolos Aparatur Sipil Negara (ASN).

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Begitupun dengan 24 pegawai KPK yang masih bisa dilakukan pembinaan sebelum diangkat jadi ASN juga masih disembunyikan nama-namanya.

“Jadi untuk nama-nama sementara tidak kami sebutkan dulu. Baik yang masih 24 orang yang masih bisa dilakukan pembinaan, maupun 51 dinyatakan asesor tidak bisa dilakukan pembinaan,” katanya dalam jumpa pers di Gedung BKN, Jakarta Timur, Selasa 25 Mei 2021.

Nasib 75 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) disepakati dari hasil rembukan antara lima pimpinan KPK bersama Kementerian PAN RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Selasa 25 Mei 2021.

Alexander menjelaskan dari rapat bersama itu disepakati berdasarkan pertimbangan dan pendapat dari hasil pemetaan para asesor terhadap pegawai KPK.

Hasilnya, kata dia, 24 pegawai dari 75 yang tak lolos TWK sebelumnya masih memungkinkan dibina sebelum dialih status jadi ASN.

“Dari hasil pemetaan asesor, dan kemudian kita sepakati bersama dari 75 itu, dihasilkan bahwa ada 24 pegawai dari 75 tadi, yang masih dimungkinkan untuk dilakukan pembinaan sebelum diangkat menjadi ASN. Sedangkan yang 51 orang ini dari asesor warnanya sudah merah, yang tidak dimungkinkan melakukan pembinaan,” ujar Alexander.

Alexander menuturkan, ada syarat yang harus dipenuhi 24 pegawai KPK sebelum mengikuti pelatihan bela negara dan mengikuti TWK ulang.

Mereka diwajibkan menandatangani kesediaan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan wawasan kebangsaan dan bela negara.

“Kalau kemudian yang bersangkutan itu tidak lolos, yang bersangkutan tidak bisa diangkat menjadi ASN,” tuturnya.

Alexander menyatakan pihaknya berupaya menciptakan KPK yang berkualitas sehingga dibutuhkan SDM yang berkualitas.

Menurutnya, tidak hanya aspek kemampuan, tetapi juga aspek kecintaan pada tanah air, bela negara, setia pada Pancasila, UUD 1945, NKRI. Dan pemerintah yang sah.

“Dan bebas dari radikalisme dan organisasi terlarang,” tandasnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan, hasil TWK tidak serta-merta bisa dijadikan dasar untuk memberhentikan para pegawai yang tidak lolos tes.

“Hasil tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK, baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK dan tidak serta-merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes,” kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin 17 Mei 2021.

Ridwan
Ridwan Selasa, 25 Mei 2021 20:04
Komentar