Logo Header

Dinonaktifkan, Kapala Biro PBJ Sulsel Sari Pujiastuti Akui Terima Uang dari Kontraktor

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Kamis, 20 Mei 2021 22:14
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel nonaktif, Sari Pudjiastuti (Rakyatku)
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel nonaktif, Sari Pudjiastuti (Rakyatku)

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sulawesi Selatan (Sulsel) Sari Pujiastuti resmi dinonaktifkan oleh Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kamis 20 Mei 2021.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Penonaktifan itu setelah Sari Pujiastuti disidang kode etik siang tadi, Kamis, dan mengakui menerima uang dari kontraktor pada tender sejumlah proyek di Pemprov.

“Iye itu benar sudah dinonaktifkan oleh Plt Gubernur,” kata Plt Insepktorat Pemprov Sulsel Sulkaf S Latif saat dihubungi Tebaran.com, Kamis 20 Mei 2021.

Sulkaf mengatakan bahwa Sari mengakui telah menerima uang, dan telah mengembalikan uang sebesar Rp 410 juta melalui rekening KPK.

“Keseluruhan 3 orang mengembalikan 410 juta,” ujarnya.

Untuk dua pegawai panitia tender lainnya yang turut terlibat baru akan disidang besok siang. Saat ini baru Sari Pudjiastuti saja yang sudah diperiksa.

Untuk sanksinya, kata Sulkaf masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Apakah akan dijatuhi sanksi ringan, sedang atau berat.

“Sanksi tunggu pemeriksaan sekarang nonaktif untuk kelancaran pemeriksaan,” bebernya.

Jika sanksi ringan bisa berupa teguran atau pemotongan gaji. Untuk sanksi sedang penurunan pangkat, dan sanksi berat adalah pemecatan dengan tidak hormat.

Rencananya Pelaksana harian (Plh) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sulawesi Selatan (Sulsel) akan ditunjuk Jumat besok, 21 Mei 2021.

Mengutip dari Suarasulsel, tiga PNS di Biro Pengadaan Barang dan Jasa diduga terlibat suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Pemprov Sulsel. Uang yang diterima pun sudah dikembalikan ke KPK.

Salah satunya adalah Sari Pudjiastuti. Hal tersebut diketahui pada situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Makassar.

Pengembalian uang tersebut berkaitan dengan dugaan suap dan gratifikasi sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel. Mereka menyetor kembali uang ke rekening penampungan KPK Perkara Gubernur Sulsel.

Berulang kali Sari mengembalikan uang dengan nominal yang bervariasi. Setoran pertama dilakukan pada 15 Maret 2021 dengan besaran Rp160 juta. Kemudian, Rp65 juta juga disetor pada 16 Maret dan Rp2,5 juta pada tanggal 6 April 2021.

Adapula dari Pokja atas nama Syamsuriadi sebesar Rp35 juta disetor pada tanggal 15 Maret. Kemudian atas nama Yusril Mallombassang menyetor uang Rp160 juta pada 15 Maret 2021. Pada tanggal yang sama, Yusril juga kembali menyetor Rp35 juta.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Kamis, 20 Mei 2021 22:14
Komentar