Logo Header

Terancam 20 Tahun Penjara, Agung Sucipto Penyuap Nurdin Abdullah Tak Ajukan Eksepsi

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Rabu, 19 Mei 2021 20:12
Agung Sucipto (foto: Antara)
Agung Sucipto (foto: Antara)

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Terdakwa kasus suap sejumlah proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan (Sulsel) Agung Sucipto telah mengikuti sidang perdana, di Pengadilan Tipikor Makassar, Selasa 18 Mei 2021.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Sidang ini dengan agenda pembacaaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Dakwaan tersebut dibacakan JPU di Ruang Sidang Utama, Prof Harifin A. Tumpa.

Agung Sucipto didakwa pasal berlapis, sebab dianggap telah melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor atau Pasal 5 ayat (1) huruf b.

Kemudian dilapis atau dialternatifkan dengan pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda.

Penasehat Hukum Terdakwa, M Nursal menjelaskan, pihaknya tidak mengajukan eksepsi. Alasannya, agar sidang bisa segera dilanjutkan ke pokok perkara, yaitu pemeriksaan saksi-saksi.

“Kami sepakat untuk tidak mengajukan eksepsi, alasannya kita ingin langsung ke pokok perkara, pembuktian. Supaya perkara ini jadi terang benderang, dan cepat selesai,” kata Nursal.

Sekedar diketahui, eksepsi adalah salah satu istilah yang digunakan dalam proses hukum dan peradilan yang berarti penolakan/keberatan yang disampaikan oleh seorang terdakwa.

Dengan disertai alasan jika dakwaan yang diberikan kepadanya, dibuat tidak dengan cara yang benar.

Diketahui, Sidang berlangsung secara luring terbatas, hadir secara offline di persidangan yaitu Hakim, JPU, dan Kuasa hukum terdakwa. Sementara, Agung Sucipto hadir secara daring, melalui zoom di Lapas Klas I Makassar.

Dakwaan dibacakan oleh tiga Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), secara bergantian.

Ketiganya yaitu, M Yasri, Januar Dwi Nugroho, dan Yoyo Fiter Haiti. Sementara terdakwa di dampingi oleh tiga Penasehat Hukum, yaitu M Nursal, Afdalis, dan Ardianto.

Adapun yang bertindak sebagai Hakim persidangan yaitu, Ibrahim Palino, M. Yusuf Karim, dan Arif Agus Nindito.

Dalam pembacaan dakwaan oleh JPU, Agung Sucipto diduga telah melakukan praktek suap menyuap, dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, dan Edy Rahmat terkait pembangunan proyek infrastruktur.

Alasannya, agar Agung Sucipto dipilih untuk menggarap proyek di Sulsel untuk tahun anggaran 2021.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Rabu, 19 Mei 2021 20:12
Komentar