Pemprov Sulsel Percepat Bentuk KEK Bira-Takabonerate demi Investasi dan Pariwisata

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Pemprov Sulsel terus mempercepat proses pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Pariwisata Bira–Takabonerate sebagai strategi unggulan dalam memperkuat sektor investasi dan pariwisata di wilayah selatan Sulawesi Selatan.
KEK Pariwisata ini akan mengintegrasikan keindahan pesisir Pantai Bira di Bulukumba dengan pesona bawah laut Takabonerate di Kepulauan Selayar, menjadikannya destinasi pariwisata kelas dunia.
Dalam rapat lanjutan yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (2/6/2025), Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari, memimpin pembahasan percepatan KEK pariwisata bersama jajaran Pemprov, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Bulukumba.
Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel, Andry Arief Bulu, menjelaskan bahwa inisiasi KEK Pariwisata ini telah dimulai oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sejak 2023. Inisiatif ini diperkuat dengan penandatanganan MoU bersama BUMN pariwisata Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) pada Maret 2024.
“ITDC telah menyerahkan draf term sheet sebagai bentuk keseriusan mendampingi proses penyusunan dokumen pengajuan KEK ke pemerintah pusat. Ini menandai awal keterlibatan mitra strategis dalam pengembangan kawasan,” kata Andry.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Bupati Muh Natsir Ali menyatakan kesiapan menyediakan lahan KEK di kawasan Batu Karapu, sekaligus memastikan penerbitan regulasi pendukung di tingkat kabupaten untuk memudahkan investor.
“Kami berkomitmen memfasilitasi percepatan KEK dan berharap Pemprov dapat mendukung penyusunan feasibility study sebagai syarat pengajuan resmi ke pusat,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Sulsel, Muhammad Arafah, menekankan bahwa proyek KEK Pariwisata ini selaras dengan visi Gubernur untuk mendorong konektivitas antar-pulau dan pengembangan wisata berkelanjutan. Salah satu solusi transportasi inovatif yang akan didorong adalah penggunaan seaplane, sebagai penunjang aksesibilitas kawasan.
“KEK Pariwisata Bira–Takabonerate bukan sekadar pengembangan kawasan wisata, tetapi juga upaya membangun ekosistem investasi berkelanjutan yang melibatkan sektor swasta, masyarakat lokal, dan pemerintah,” tegas Arafah.
Hasil rapat akan segera disampaikan kepada Gubernur Sulsel untuk mendapatkan arahan lebih lanjut sebagai bagian dari langkah strategis mendorong pengajuan KEK Pariwisata ke pemerintah pusat. KEK Pariwisata Bira–Takabonerate diharapkan menjadi ikon investasi pariwisata maritim Sulsel yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.