Logo Header

Niat Mandi Hari Raya Idulfitri Lengkap Beserta Tata Caranya untuk Pria dan Wanita

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Rabu, 12 Mei 2021 22:38
Niat Mandi Hari Raya Idulfitri Lengkap Beserta Tata Caranya untuk Pria dan Wanita

TEBARAN.COM – Berikut bacaan niat mandi Hari Raya Idulfitri sebelum melaksanakan salat Idulfitri lengkap beserta tata caranya untuk pria dan wanita.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Mandi Hari Raya Idulfitri merupakan satu amalan sunnah untuk niat membersihkan dan menyucikan badan dari kotoran maupun najis yang menempel di anggota badan.

Niat mandi wajib Idulfitri yang dimaksud yakni mandi sunnah yang dianjurkan sebelum salat Id. Yakni mendapat pahala jika dilakukan dan tidak apa-apa jika ditinggalkan.

Beberapa dalil yang menjelaskan anjuran melakukan mandi terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat dua rakaat pada Hari Raya Idul Fitri sebagaimana berikut ini.

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Bahwa Abdullah Ibnu Umar ibnu Khattab RA mandi pada hari raya Idul Fitri sebelum berangkat sholat.

Dasar ini memang tidak langsung dari Rasulullah SAW, namun dari praktik sahabat Nabi. Namun Imam An Nawawi mengomentari bahwa atsar di atas adalah atsar yang sahih, sebagaimana tercantum dalam Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab.

Sedangkan hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mandi pada dua hari raya, oleh sebagian ulama dikatakan sebagai hadits yang lemah.

يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى قاَلَ:كَانَ رَسُولُ اللهِ عَنِ ابْنِ عَباَّسٍ

Dari Ibnu Abbas RA berkata bahwa Rasulullah SAW mandi pada hari Idul Fithri dan Idul Adha. (HR. Ibnu Hibban)

Sementara itu, waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri adalah sebelum ataupun setelah dikerjakannya salat Subuh di pagi hari. Namun sesuai ajaran agama Islam, mandi sunnah sebelum salat Idul Fitri ini dapat dikerjakan mulai tengah malam. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan Syekh al-Baijuri berikut ini.

“Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) pada tengah malam.” (Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja dalam al-Ilmiyyah, 1999).

Mandi Hari Raya Idul Fitri ini sama seperti mandi besar pada umumnya. Yang membedakan hanya niat.

Berikut niat mandi Hari Raya Idul Fitri:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liyaumi ‘iidil Fithri sumbatan Lillahi Ta’aalaa.

Artinya: Saya niat mandi pada hari Raya Idul Fitri Sunnah karena Allah Taala.

Berikut niat dan tata cara mandi Hari Raya Idul Fitri yang perlu diamalkan:

*Tata cara mandi untuk pria*

1. Niat Mandi

Membaca niat salat mandi sunnah Idul Fitri

Yang membedakan mandi sunnah dengan mandi seperti hari biasa yaitu membaca niat. Niat ini kita tujukan kepada Allah untuk mensucikan diri dan menghilangkan hadas besar.

2. Mencuci kedua telapak tangan dengan memasukkan jari-jari ke air.

Setelah membaca niat, basuhlah tangan sebanyak tiga kali dengan air yang mengalir.

3. Membasuh kemaluan

Bersihkan semua najis atau kotoran yang masih menempel pada tubuh, terutama pada sela-sela dubur dan kemaluan.

4. Berwudhu

Setelah bersih, berwudhu lah untuk mensucikan tubuh.

5. Menggosokkan jari-jari ke kulit kepala dan menyiramkannya ke atas kepala sampai kaki sebanyak tiga kali.

6. Siram anggota badan.

Mulai lah menyiram anggota badan dari sebelah kanan terlebih dahulu, kemudian menyiram anggota badan sebelah kiri. Masing-masing anggota tubuh lakukan sebanyak tiga kali siraman.

7. Membasuh rambut

Bersihkan kepala dan rambut dengan cara memasukkan kedua tangan ke air lalu gosokkan ke kepala melalui sela-sela rambut, kemudian bilas sebanyak tiga kali.

8. Menggosok tubuh

Gosokklah bagian tubuh dari atas hingga bawah, depan dan belakang tubuh sebanyak tiga kali.

9. Membilas tubuh

Langkah terakhir, bilas seluruh tubuh menggunakan air mengalir di mulai dengan sisi kanan terlebih dahulu kemudian ke bagian tubuh sisi kiri.

*Tata cara mandi untuk wanita*

1. Membaca niat salat mandi sunnah Idul Fitri

Sama seperti melakukan niat mandi haid dan nifas, bacalah niat mandi sunnah Idul Fitri terlebih dahulu. Niat ini kita tujukan kepada Allah untuk mensucikan diri dan menghilangkan hadats besar.

2. Mencuci tangan

Sama seperti pria, lakukan cuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan tersebut dimasukkan dalam ember atau bak air sebelum mandi.

3. Membersihkan kemaluan

Bersihkan kemaluan dengan tangan menggunakan tangan kiri, bersihkan kemaluan dari arah depan ke belakang agar tidak ada kotoran atau bakteri dari anus yang masuk ke vagina.

4. Mencuci tangan kembali

Setelah membersihkan kemaluan, bersihkan tangan kembali dengan menggosokkan tangan ke lantai atau dengan menggunakan sabun.

5. Berwudhu

Setelah tangan bersih, berwudhulah dengan sempurna seperti ketika hendak sholat.

6. Menyiramkan kepala

Sama seperti pria setelah berwudhu, langkah selanjutnya adalah mengguyur kepala sebanyak tiga kali.

7. Membasuh rambut

Bersihkan kepala dan rambut dengan cara memasukkan kedua tangan ke air lalu gosokkan ke kepala melalui sela-sela rambut, kemudian bilas sebanyak tiga kali.

8. Menggosok tubuh

Gosokklah bagian tubuh dari atas hingga bawah, depan dan belakang tubuh sebanyak tiga kali.

9. Membilas tubuh

Langkah terakhir, bilas seluruh tubuh menggunakan air mengalir dimulai dengan sisi kanan terlebih dahulu kemudian ke bagian tubuh sisi kiri.

Tata cara mandi junub tersebut sesuai hadis Nabi SAW:

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Dari Aisyah istri Nabi shallallahu alaihi wasallam, bahwa jika Nabi shallallahu alaihi wasallam mandi karena janabat, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari) [No. 248 Fathul Bari] Shahih.

Wallahu A’lam.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Rabu, 12 Mei 2021 22:38
Komentar