Logo Header

Masjid Al-Aqsa Diserang Israel saat Salat Tarawih, Ratusan Warga Palestina Terluka

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Minggu, 09 Mei 2021 09:20
Masjid Al-Aqsa Diserang Israel saat Salat Tarawih, Ratusan Warga Palestina Terluka

TEBARAN.COM, JAKARTA – Jumat 7 Mei 2021 malam, Masjid Al Aqsa, gerbang Damaskus Kota Tua dan distrik Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur diserang Polisi Israel. Ratusan warga Palestina terluka.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Dikutip dari beberapa sumber, penyerangan terjadi saat jemaah Palestina sedang salat tarawih di Masjid al-Qiblatain di dalam Al Aqsa. Polisi menyerang secara brutal dengan granat kejut dan peluru karet.

Bentrok pun terjadi dan tak terhindarkan antar pemuda Palestina dan Polisi Israel. Pemuda Palestina melempari tentara Israel dengan batu dan botol kaca.

Sementara itu, bentrokan terjadi antara pasukan keamanan Israel dan warga Palestina yang mencoba memasuki Masjid Al Aqsa melalui Bab Al-Silsila, salah satu gerbang menuju masjid.

Intervensi polisi Israel yang juga menyerang pemuda Palestina di depan gerbang Damaskus dan Es-Sahire Kota Tua, menimbulkan kepanikan di kalangan perempuan dan anak-anak.

Akibat kejadian itu mengutip dari Tribunnews, Minggu 9 Mei 2021, 200 lebih warga Pelestina terluka. Ini menurut organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Palestina.

Dia juga mengungkapkan bahwa Polisi Israel mengenakan perlengkapan anti huru hara dan menggunakan peluru berlapis karet, yang menyebabkan sebagian besar cedera.

“Sekitar 20 orang yang terluka dirawat di rumah sakit darurat sementara 88 orang lainnya dipindahkan ke rumah sakit terdekat,” mengutip narasinya.

Malam kerusuhan itu terjadi setelah berminggu-minggu terjadi peningkatan ketegangan di Yerusalem timur.

Sebelumnya di hari yang sama, pasukan Israel menembak dan membunuh dua pria Palestina yang menyerang pangkalan militer di Tepi Barat, Associated Press melaporkan.

Rencana Penggusuran 6 Keluarga Palestina

Kerusuhan telah meningkat selama Ramadan. Ada ketegangan di Yerusalem Timur akibat isu kemungkinan penggusuran enam keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheik Jarrah, The New York Times melaporkan.

Pada hari Senin 10 Mei 2021 mendatang, Mahkamah Agung Israel diharapkan untuk memutuskan apakah keluarga itu harus diusir dan apakah properti mereka diberikan kepada pemukim Yahudi.

Pemukim dan aktivis Yahudi mengatakan Palestina berada di tanah mereka.

“Saya akan bertanya kepada Anda,” kata Aryeh King, seorang pemimpin pemukim dan wakil walikota Yerusalem, “jika Anda adalah pemilik properti dan seseorang berjongkok di properti Anda, bukankah Anda memiliki hak untuk mengeluarkannya dari properti Anda?”

Sementara itu, warga Palestina mengatakan penggusuran itu sebagai upaya untuk membersihkan wilayah Arab.

“Mereka tidak ingin orang Arab di sini, atau di seberang Yerusalem Timur,” kata Abdelfatah Skafi (71), salah satu warga Palestina yang menghadapi penggusuran, dalam protes pekan ini.

“Mereka ingin mengusir orang Arab, dan dengan begitu mereka bisa mengepung Kota Tua.”

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Minggu, 09 Mei 2021 09:20
Komentar