Logo Header

Larangan Mudik Lebaran, Ribuan Personel Sekat 48 Titik Jalur di Sulsel

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Rabu, 05 Mei 2021 23:42
Foto: Antara
Foto: Antara

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menyiagakan 4.327 personel di perbatasan daerah dalam rangka mengantisipasi larangan mudik jelang Lebaran 1442 Hijriah. Penjagaan berbarengan dengan operasi ketupat yang dimulai besok, 6 Mei 2021.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

“Operasi ini melibatkan 4.327 personel Polri ditambah dengan pasukan TNI dan Pemda (pemerintah daerah),” ujar Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Merdisyam, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 5 Mei 2021.

Para personel gabungan itu akan disebar di 48 pos pengamanan dan 27 pos pemantauan. Mereka akan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melewati kawasan perbatasan untuk mengantisipasi pemudik bandel.

“Ada batasan yang boleh bepergian dan keluar masuk, misalnya orang yang kapasitas dinas atau pekerjaan yang dibutuhkan keseharian,” terang dia.

Tak hanya di daerah perbatasan, pengawasan juga dilakukan di area yang dapat menyebabkan kerumunan. “Kita perketat di tempat yang menjadi potensi terjadinya kerumunan, ataupun titik keramaian,” tutur dia.

Ia juga mengatakan, operasi kali ini merupakan operasi pelayanan. Penegakan hukum adalah opsi terakhir. Ia berharap masyarakat sadar diri.

“Kita mengimbau agar kesadaran masyarakat (untuk tak mudik),” kata dia.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021, di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu 5 Mei 2021 tadi menyampaikan bahwa operasi ketupat akan dimulai besok 6 sampai 17 Mei 2021.

“Alhamdulillah kita laksanakan sesuai perencanaan. Terima kasih kepada Bapak Kapolda Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, dan seluruh jajaran terkait,” ucapnya.

Ia menuturkan, kegiatan ini dalam rangka sinergitas program-program terkait penyekatan pencegahan penyebaran Covid-19. Ada empat daerah yang menjadi pengecualian penyekatan yang masuk dalam wilayah aglomerasi, yakni Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa/Gowa, dan Takalar).

“Kami berpesan kepada masyarakat, bahwa pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk salat tarawih dan salat Id (berjamaah) dengan protokol kesehatan. Mudik kita harus hindari, supaya tidak berkumpul satu sama lain dan menghindari euforia yang bisa mengakibatkan terjadinya ledakan (kasus penyebaran Covid-19),” ujarnya.

Ia mengakui, dua tahun terakhir ini dilakukan pelarangan mudik, mengingat menjadi salah satu upaya menekan angka penyebaran virus corona.

“Masyarakat sudah paham, jika saat ini bukan waktu yang tepat untuk melaksanakan mudik besar-besaran. Kita melakukan kebijakan ini, sebagai upaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti di negara lain, misalnya di India,” ungkapnya.

Ia memaparkan, Sulsel tertinggi angka kesembuhan dan terendah angka kematian. Namun itu bukan menjadi parameter untuk tidak mematuhi aturan untuk tidak mudik.

“Ingat kita tidak larut dalam euforia, kita harus melihat perkembangan terkini secara global dan melihat negara tetangga yang terjadi kenaikan eskalasi (Covid-19),” katanya.

Andi Sudirman pun berterima kasih atas kebijakan Presiden RI Joko Widodo dalam melarang moda transportasi darat, laut dan udara menjelang lebaran ini.

“Karena dari pengalaman libur panjang dan lebaran seperti tahun lalu, terjadi eskalasi kenaikan penyebaran Covid-19, mungkin karena capek, imun turun dan lainnya. Ini kita tidak mau. Apalagi ada varian baru, B1617. Ini kita tidak ingin jika masuk ke Sulsel,” pungkasnya.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Rabu, 05 Mei 2021 23:42
Komentar