Logo Header

Ini Alasan ‘Ustaz’ Rekayasa Babi Ngepet yang Viral di Medsos

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Kamis, 29 April 2021 21:19
Ini Alasan ‘Ustaz’ Rekayasa Babi Ngepet yang Viral di Medsos

TEBARAN.COM, JAKARTA – Penangkapan babi ngepet yang menghebohkan masyarakat di Bedahan, Sawangan, Depok dipastikan hanya rekayasa belaka alias bohong.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Isu itu muncul beberapa hari lalu, dan sempat viral menggemparkan dunia maya atau media sosial. Setelah kemudian polisi melakukan pembuktian kebenaran kabar tersebut.

Polsek Sawangan melakukan pemanggilan kepada pihak yang terlibat dalam penangkapan dugaan babi ngepet itu. Dari 15 orang yang terlibat, hanya sembilan orang yang memenuhi panggilan memberikan klarifikasi.

Tersangka ‘Ustaz

Dari sembilan orang yang dimintai keterangan dari pihak kepolisian, satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Ustaz Adam Ibrahim,

Ustaz Ibrahim yang memimpin penangkapan diduga babi jadi-jadian itu ditetapkan sebagai tersangka akibat menyebarkan berita bohong alias hoax.

“Semua yang viral (babi ngepet di Depok) itu hoaks, itu berita bohong,” kata Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar, Kamis 29 April 2021 dikutip dari Tempo.

Rekayasa Babi Ngepet

Imran menjelaskan, rekayasa babi ngepet itu dimulai ketika di permukiman tersebut, terdapat beberapa warga mengeluh uangnya hilang Rp 1 juta-Rp 2 juta.

Lalu, tersangka memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang yang dibeli harganya Rp 900.000, dengan ongkos kirim Rp 200.000.

Alasan Rekayasa Babi Ngepet

“Tujuan mereka adalah supaya lebih terkenal di kampungnya, karena ini merupakan salah satu tokohlah sebenarnya, tapi disebut tokoh juga tidak terlalu terkenal, jadi supaya dia dianggap saja,” ungkap Imran.

Sembilan Orang

Ibrahim lalu bekerja sama merekayasa penangkapan babi itu dengan delapan temannya. Cerita-cerita soal penangkapan babi secara telanjang bulat juga bohong.

“Seolah-olah mengarang cerita, ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakkan kaki, kemudian keduanya pergi naik motor, tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi, padahal itu tidak benar. Sudah direncanakan,” jelas Imran.

Polisi menjerat AI dengan Pasal 10 ayat 1 atau 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Ibrahim terancam kurungan 10 tahun penjara. Sementara itu, delapan rekan AI saat ini masih diproses polisi.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Kamis, 29 April 2021 21:19
Komentar