Logo Header

Tradisi Malam Qunut di Bulukumba, Makan Makanan Khas Lebaran

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Kamis, 29 April 2021 00:50
Tradisi Malam Qunut di Bulukumba, Makan Makanan Khas Lebaran

TEBARAN.COM, BULUKUMBA – Setiap malam ke 16 di bulan Ramadhan, tradisi malam qunut menjadi tradisi unik yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat Bonto Mangngape, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Pada malam ke 16 Ramadhan itu, masyarakat Bonto Mangngape memiliki kebiasaan untuk berkumpul sambil buka puasa bersama dengan makanan – makanan tradisi lebaran.

Di era sekarang ini, kebiasaan yang sudah menjadi tradisi tersebut kini berkembang, seiring semakin dikenalnya kegiatan tahunan masyarakat Bonto Mangngape

Suasana semakin ramai dengan kehadiran para warga Bonto Mangngape turut berbuka bersama dihadiri oleh kepala Lurah Kalumeme menyapa warganya disetiap rumah.

Menurut Arya Arnita, selaku Lurah Kalumeme tradisi ini menjadi satu kekayaan budaya asli masyarakat Bonto Mangngape dan harus dijaga dan dilestarikan.

“Budaya qunut di malam ke 16 Ramadhan ini adalah sesuatu yang luar biasa, patut diapresiasi, dan dijaga kelestariannya. Tradisi masyarakat kita ini juga menjadi daya tarik tersendiri,” katanya, Rabu 28 Maret 2021.

Kegiatan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Bonto Mangngape sejak dulu ini, kata ibu lurah, sudah cukup dikenal. “Kegiatan ini bahkan banyak dibicarakan oleh masyarakat di daerah lain, dan tidak sedikit yang memuji dan tertarik untuk menyaksikan tradisi ini.”

Sehingga ia berharap, para generasi muda Bonto Mangngape dapat terus menjaga kearifan lokal tradisi malam qunut, atau tradisi Syukuran telah melalui pertengahan Bulan Ramadhan.

“Salah satu keunikan yang ada di tradisi ini adalah di mana warga setiap rumah melaksanakan tradisi malam pertama qunut di bulan Ramadhan. Kegiatan ini mengandung makna silaturahmi,” tukasnya.

Di tempat yang sama, kepala lingkungan Bonto Mangngape Nasrun mengatakan, tradisi ini sudah mentradisi turun temurun.

“Malam qunut ialah sebuah tradisi turun temurun di setiap malam pertengahan bulan Ramadhan dan akan tetap dijaga dan dilestarikan sebagai budaya keislaman,” tuturnya.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.com Kamis, 29 April 2021 00:50
Komentar