Logo Header

Tiga Jejeran Srikandi di Kursi Direksi Bank Sulselbar Cerita Soal Kartini

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew Kresna Rabu, 21 April 2021 18:32
Tiga Jejeran Srikandi di Kursi Direksi Bank Sulselbar Cerita Soal Kartini

TEBARAN.COM, MAKASSAR – Raden Ajeng Kartini menjadi sosok di balik berdirinya emansipasi perempuan hari ini.

Beban Aisyah Rawat Ibu dan Adiknya dapat Perhatian Andi Sudirman

Gigihnya dia memperjuangkan hak perempuan untuk memiliki cita-cita dan mengemban ilmu berbuah manis.

Terbukti, kekinian, tidak ada lagi larangan untuk perempuan mengenyam pendidikan hingga berkarier, bahkan memegang jabatan penting. Seperti di Bank Sulselbar, tiga Direktur kini diampuh oleh perempuan.

Ketiga Direksi itu, masing-masing Direktur Pemasaran, Rosmala Arifin, Direktur Ops dan IT Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan dan Direktur Kepatuhan Bank Sulselbar, Dian Anggriani Utina. Seperti apa cerita mereka seputar perjuangan perempuan? Simak hasil wawancara mereka di bawah ini.

1. Direktur Pemasaran (Rosmala Arifin)

Direktur Pemasaran (Rosmala Arifin)
Rosmala Arifin adalah salah satu dari sejumlah wanita Indonesia yang menjalani peran gandanya sebagai wanita karier sekaligus ibu dari anak-anaknya. Perihal peran ganda seorang ibu jadi hal lumrah.

Karier adalah impian. Sementara rumah tangga dan anak-anak adalah anugerah sekaligus tanggung jawab yang musti dipikul.

“Memakni hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April ini sebagai titik awal yang memberikan kesempatan kepada perempuan untuk bisa berkiprah tidak kurang dari laki-laki,” bebernya.

“Hari Kartini menurut saya pribadi adalah momen untuk mengingat perjuangan Raden Ajeng Kartini. Selain itu, juga sebagai momen ajang untuk introspeksi diri bagi perempuan apakah sudah memanfaatkan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mencapai cita-citanya,” urainya lagi.

Ia sebagai perempuan yang bekerja di perbankan tentunya memaksimalkan dirinya sebagai perempuan. Apalagi perempuan itu multitasking, lebih teliti, lebih detail. Di bidang perbankan semua itu dibutuhkan. Terbukti di Bank Sulselbar terdapat tiga orang Direksi dan semua perempuan.

“Jadi, kalau mau dikata di Bank Sulselbar ini, sosok Raden Ajeng Kartini sudah bisa mewujudkan salah satu impian RA Kartini dimana dia berjuang mendorong perempuan agar dapat berkarya tanpa batasan. Itu dibuktikan selain tiga orang Direksi dan beberapa perempuan menjadi Kepala Cabang,” terang dia.

2. Direktur Ops dan IT Bank Sulselbar (Irmayanti Sultan)

Direktur Ops dan IT Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan
Menurut Irmayanti untuk mengenang perjuangan RA Kartini maka setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartni, yang perjuanganya telah membawa dampak yang luar biasa hingga saat ini.

Momen istimewa ini dijadikan oleh kaum perempuan untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini dalam hal emansipasi wanita.

Ia memaknai Hari Kartini sebagai kesetaraan bagi seluruh perempuan Indonesia untuk dapat terus berkarya di segala bidang.

“Jadi, ini adalah momentum untuk mengingatkan lagi para wanita-wanita Indonesia atas apa yang telah dilakukan oleh RA Kartini itu tidak sia-sia,” terangnya.

“Jadi, sebenarya apa yang terjadi di jaman RA Kartini itu jauh lebih bagus. Di mana di jamannya RA Kartini memperjuangkan kesetaraan mendapatkan pendidikan, saat ini bukan itu saja yang di dapat tetapi juga kesetaraan dalam lingkungan kerja,” lanjutnya.

Ia juga mencontohkan di tempatnya Mengabdi di Bank Sulselbar dimana ada tiga Direksi semuanya perempuan. Itu adalah satu wujud kesetaraan.

Yanti juga berharap agar perempuan bisa memanfaatkan momentum yang ada.

“Saya mengajak untuk menggali potensi yang ada dalam diri kita masing-masing,” terang dia.

3. Direktur Kepatuhan Bank Sulselbar, Dian Anggriani Utina

Direktur Kepatuhan Bank Sulselbar, Dian Anggriani Utina
Kartini itu punya pemikiran jauh ke depan di jamannya. Dia adalah pelopor emansipasi wanita di segala bidang.

Pendidikan termasuk salah satu hal yang diperhatikan oleh Kartini agar wanita mendapatkan emansipasi wanita. Agar wanita bisa melakukan perannya dengan baik wanita perlu pendidikan.

RA Kartini inilah membawa pemikiran-pemikiran agar perempuan dapat memiliki wawasan yang luas dan kesetaraan bagi kaum perempuan termasuk dalam hal mendapatkan pendidikan.

Pada waktu itu kebanyakan kaum bangsawanlah yang mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Bahkan peran perempuan lebih banyak mengurusi rumah tangga dan nyaris tidak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Dan Kartinilah yang ingin mengubah pemikiran-pemikiran wanita agar memiliki pandangan yang lebih luas dan terbuka.

“Jadi intinya apa yang dilakukan oleh Kartini ini membuat pencerahan bagi perempuan saat ini. Apa yang diperjuangkan Kartini di masa lalu kini dapat dinikmati oleh perempuan-perempuan sekarang,” ujarnya.

Saat ini perempuan dapat secara bebas mengakses pendidikan dan bahkan pemikiran masyarakat sudah terbuka mengenai pentingnya pendidikan untuk kaum perempuan.

Saat ini perempuan memiliki kesetaraan hak yang juga dimiliki laki-laki. Perempuan di masa kini bisa bebas berkarya dan menyuarakan pendapatnya.

Perempuan juga bebas memiliki karir di bidang apapun sama seperti laki-laki. Perempuan kini juga bisa memiliki peranan di lingkungan sosial bahkan politik dan lainnya

Bagi Dian, perempuan itu dikenal hebat, dia multitasking, karena mampu melakukan dua pekerjaan sekaligus atau lebih pada waktu yang sama.

Sebagai contoh, seorang ibu yang bekerja setiap hari harus melakukan pekerjaan rumah tangga, pekerjaan kantor, merawat anak-anak, dan memasak di rumah.

“Jadi, kalau saya perempuan itu double. Saya sehari hari masih ke pasar, melakukan kerjaan rumah, memimpin rapat, menemani anak, mengerjakan tugas tugas dan lainnya. Bagi saya tidak ada yang beda, semuanya harus diselesaikan,” ujarnya.

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew Kresna Rabu, 21 April 2021 18:32
Komentar