Logo Header

Hadiri High Level Meeting TPID, Plt Gubernur Minta Tetap Terkendali

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comJumat, 02 April 2021 00:32
Hadiri High Level Meeting TPID, Plt Gubernur Minta Tetap Terkendali

TEBARAN.COM, MAKASSAR, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten/Kota yang digelar di Hotel Four Point Makassar, Kamis (1/4/2021)

Pertemuan yang mengangkat tema “Sinergi Penguatan Pasokan, Distribusi Pangan dan Pengelolaan Ekspektasi Untuk Stabilitas Harga” itu dihadiri Deputi 1 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir.

Dalam arahannya, Iskandar menyampaikan tantangan yang dihadapi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mengendalikan inflasi. Terlebih lagi dengan kondisi pandemi covid 19 saat ini.

“Tantangan yang kita hadapi di masa pandemi ini bukan hanya bagaimana kita mengendalikan inflasi, tantangan yang utama adalah bagaimana Pemerintah Pusat dan Daerah mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

“Karena seiring dengan covid 19 kita mengetahui dampaknya terhadap perekonomian dimana hampir seluruh negara mengalami kontraksi ekonomi, termasuk di Indonesia,” lanjutnya.

Hal ini, kata Iskandar, perlu menjadi perhatian TPID untuk memasang strategi pengendalian inflasi di daerah dengan tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Iskandar mengungkapkan strategi pengendalian inflasi di Sulsel tidak terlepas dengan upaya pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi di Sulawesi Selatan.

“Tujuannya pada akhirnya adalah sama yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kalaupun inflasinya rendah pertumbuhan ekonominya mengalami kontraksi, maka banyak masyarakat yang kesejahteraannya akan jatuh,” terangnya.

Sehingga, Iskandar meminta kepada TPID Sulsel untuk bisa memperhatikan tantangan yang ada saat ini dengan mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih baik.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan inflasi di Sulawesi Selatan berada pada angka 1,59 persen atau berada di atas angka rata-rata nasional yakni sebesar 1,38 persen.

Dengan begitu, Andi Sudirman meminta agar inflasi ekonomi di Sulsel bisa dijaga dengan baik. Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait dengan persoalan ekonomi di Sulsel dapat menjadi rujukan Pemerintah dalam hal ini TPID.

“Inflasi itu seperti tensi darah, bisa naik bisa turun. Jadi kita harus menjaga kondisi inflasi dengan mengidentifikasi persoalan. BPS setiap bulannya mengeluarkan data dan itu menjadi rujukan kita dalam mengeluarkan kebijakan,” terangnya.

Adapun kinerja ekonomi Sulawesi Selatan pada 2020, ucap Plt Gubernur, menunjukkan tren perbaikan. Kinerja ekonomi Sulsel pada triwulan IV 2020 terkontraksi -0,62 persen (YoY). Membaik dibanding triwulan sebelumnya dan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja nasional.

“Pertumbuhan kita kalau nasional terkontaksi – 2,19 persen dan kita berada di atas nasional – 0,62 persen,” uajrnya.

Dalam beberapa peristiwa, kata Andi Sudirman, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dapat terjaga. Plt Gubernur mencontohkan, di tahun 1998 saat terjadi krisis ekonomi secara nasional, tingkat perekonomian di Sulsel tetap terjaga. Bahkan, di saat pandemi kontraksi ekonomi Sulsel masih berada di atas rata-rata nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Sulsel bagus. kalau secara geografis sistem ekonomi masih stabil bahkan krisis 98 kita tetap bisa survive dan di pandemi kita sudah di uji, alhamdulillah kita survive,” tegasnya.

Itu disebabkan, lanjut Andi Sudirman, 70 sampai 80 persen penopang ekonomi Sulsel berasal dari sektor pertanian dan nelayan. Dua sektor ini diakuinya langsung berinteraksi dengan persoalan ekonomi.

Untuk itu, Andi Sudirman berharap agar dua sektor ini bisa tetap terjaga agar Sulsel tetap menjadi pemasok pangan untuk sejumlah daerah di Indonesia khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comJumat, 02 April 2021 00:32
Komentar