Logo Header

M Abdullah Syukri Terpilih Ketum PB PMII 2021-2023, Berikut Profil Lengkapnya

Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comKamis, 25 Maret 2021 09:49
M Abdullah Syukri Terpilih Ketum PB PMII 2021-2023, Berikut Profil Lengkapnya

TEBARAN.COM, BALIKPAPAN – Muhammad Abdullah Syukri terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) masa khidmat 2021-2023 pada Kongres XX di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis 25 Maret 2021. Abe sapaannya memperoleh 130 dari 242 suara.

Kongres PMII ini dilakukan dengan berpedoman pada protokol kesehatan yang mana peserta kongres tersebar di 6 zona, yaitu Balikpapan, Samarinda, Batam, Bekasi, Lombok Timur dan Kendari secara virtual/daring.

Dari hasil proses pemilihan, Abe mengungguli perolehan suara Muhammad Syarif Hidayatullah di putaran kedua. Ia berhasil mendulang suara total 130, sementara Syarif atau MSH meraup total suara 112.

Rinciannya Zona Balikpapan 10 suara untuk Abe dan 15 suara untuk Syarif, Zona Samarinda 14 suara untuk Abe dan 14 suara untuk Syarif. Lalu Zona Batam 35 suara untuk Abe dan 15 Suara untuk Syarif, Zona Kendari 41 suara untuk Syarif, Zona Bekasi 45 suara untuk Abe dan 13 suara untuk Syarif, dan terakhir Zona Lombok Timur 26 suara untuk Abe dan 14 suara untuk Syarif.

Sementara di Korps PMII Putri atau PB KORPRI, Maya Muizatul Lutfillah terpilih menjadi Ketua Umum periode 2021-2023 setelah mengalahkan Apriyani Marwah di putaran kedua pemilihan.

Maya mendulang total suara sebanyak 147, sedangkan Apriyani Marwah meraup total suara sebanyak 103.

Profil Muhammad Abdullah Syukri

Dikutip dari NUO, Abe, merupakan kader PMII Malang. Ia tercatat pernah mengemban amanah sebagai Ketua Komisariat PMII Universitas Brawijaya, Malang. Selanjutnya, ia mengabdikan diri di PMII Cabang Malang pada Biro Litbang dan Biro Kaderisasi.

Sebelum diamanahi menjadi ketua umum, Abe menjabat sebagai Ketua Biro Beasiswa Bidang Hubungan Internasional PB PMII. Ia menjadi salah satu inisiator pendirian Pengurus Cabang Internasional (PCI) PMII di tiga negara, yakni Maroko, Taiwan, dan Jerman. Di negara terakhir itu, ia secara langsung turun membentuknya.

Selain aktif di dunia ekstra kampus, Abe juga aktif di internal kampus. Terbukti dengan amanah sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Brawijaya (2009-2010), Kongres Mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya, dan Ketua KPU FISIP Universitas Brawijaya.

Setelah menamatkan studinya di UB, Abe, melanjutkan studinya di Universitas Duisberg Essen, Jerman dalam bidang ilmu politik dan pemerintahan dengan beasiswa dari Pemerintah Jerman (DAAD). Di Negeri Nazi itu, ia juga aktif di Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Tidak hanya di bidang pendidikan formal, Abe juga mengaji di beberapa pesantren, mulai dari tanah kelahirannya di Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Pondok Pesantren Anwarul Huda Malang (2009-2011), hingga Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang (2012-2015) di bawah asuhan Syaikhina KH Maimoen Zubair.

Pria kelahiran Cirebon 29 tahun yang lalu itu pernah mewakili Indonesia pada Forum Perdamaian Dunia di Amerika Serikat dan Serbia dalam program 1.000 Abrahamic Circles (Agustus-September 2019). Program tersebut diinisiasi untuk membangun perdamaian di antara agama-agama Ibrahim (Yahudi, Kristen, dan Islam).

Saat ini, Abe merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syakiroh 2 Buntet Pesantren Cirebon. Ia juga Sekretaris Bidang Pendidikan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Cirebon. Abe juga mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren.

Ia juga menjalankan aktifitas di Jakarta sebagai Wakil Direktur Center for Indonesian Policy Analysis (CIPA), Indonesian Returning Expert di Korporasi Jerman untuk Kerjasama Internasional (GIZ Jerman), dan Tim Asistensi Staf Khusus Presiden Republik Indonesia.

Penulis : Ridwan
Editor Tebaran.com
Editor Tebaran.comKamis, 25 Maret 2021 09:49
Komentar