Logo Header

Biar Tidak Kaget, Ini Jenis Pelanggaran dan Besaran Denda Tilang Elektronik di Makassar

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaSelasa, 23 Maret 2021 18:25
Biar Tidak Kaget, Ini Jenis Pelanggaran dan Besaran Denda Tilang Elektronik di Makassar

TEBARAN.COM, MAKASSAR — Dalam upaya meningkatkan rasa disiplin berkendara serta meminimalisir terjadinya hal-hal yang tak diinginkan saat terjadi penindakan pelanggaran lalu lintas di jalan.

Kepolisian yang bekerjasama dengan pemerintah menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di 12 Provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)

Di Sulsel, peluncuran ETLE dilaksanakan oleh Polda Sulsel yang terhubung secara virtual dengan Mabes Polri Selasa (23/3/2021).

Dalam penerapannya, diketahui sistem ETLE akan mendeteksi dan merekam melalui 16 kamera yang teresebar di sudut-sudut tertentu di Kota Makassar. Di antaranya, yaitu Jalan Urip Sumiharjo, Ahmad Yani, Haji Bau, Perintis Kemerdekaan dan lain-lain.

Total ada 10 jenis pelanggaran yang akan dideteksi melalui sistem tilang elektronik ini.

Namun, pada tahap awal pemberlakuan hanya ada dua jenis pelanggaran, diantaranya; tidak menggunakan sabuk pengaman, dan bermain handphone saat berkendara.

“Jadi tidak ada lagi penilangan di tempat, langsung kita kirimi surat. Dan memang program ini sudah ada di jamannya pak Danny pada kepemimpinan sebelumnya,” ujar Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam

Diketahui, berdasarkan UU LLAJ Pasal 283, besaran denda yang diberikan bagi pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara ialah Rp.750.000,-. Sementara tak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara dikenakan denda maksimal Rp.250.000,-.

Selanjutnya, Dia juga mengungkapkan pengendara yang nanti kedapatan melanggar, untuk mekanisme tilang elektronik, dan pembayaran denda mobil dan motor, masih sama dengan metode yang dulu.

“Nanti kita capture lewat pantauan kita di commond center polrestabes. Lalu kita tentukan jenis pelanggarannya dibuatkan surat dan bukti pelanggarannya serta pendataannya,” katanya

“Surat tersebut nantinya dikirim melalui pos ke alamat si pelanggar dan pelanggar akan membayar denda langsung via bank,” sambungnya.

ETLE ini diharapkan dapat menekan laju pelanggaran pengendara roda empat dan roda dua.

“Tingkat Kecelakaan kita juga harap bisa ditekan,” katanya

16 Titik CCTV Pantauan Polrestabes Makassar, yaitu;

– Jalan Kartini Jenderal Sudirman (Di Dekat Pengadilan Negeri Makassaar di bawah papan reklame)

– Jalan Nusantara (Dekat Coto Nusantara)

– Jalan Haji Bau (Depan Hotel UIT)

– Jalan Sam Ratulangi (Depan PT Antam)

– Jalan Barombong (Ujung Jembatan Barombong)

– Jalan Sam Ratulangi (Arah Toko Agung)

– Jalan Aroepala

– Jalan Ahmad Yani (Depan Bank OCBC)

– Jalan Gunung Bulusaraung (Depan Erafone).

– Jalan Urip Sumohardjo (Dekat Jalan Pontiku mengarah ke Jalan Bawakaraeng)

– Jalan Urip Sumohardjo (Dekat Jalan Pontiku mengarah ke Fly Over)

– Jalan Perintis Kemerdekaan (Dekat STIMIK AKBA mengarah ke MTOS)

– Jalan Nusantara (Dekat Coto Nusantara mengarah ke Pelabuhan)

– Jalan Perintis Kemerdekaan (Perbatasan Makassar-Maros).

– Jalan Perintis Kemerdekaan (Dekat STIMIK AKBA mengarah ke Unhas

– Jalan Hertasning-Aroepala (Dekat Indomaret Perbatasan Gowa).

Bagi pengendara jalan, waspada dan berhati-hatilah saat berkendara agar tidak terkena tilang

elektronik yang merupakan program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tahap pertama tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE ) berlaku di 12 provinsi.

Diketahui, terdapat total 244 kamera tilang elektronik yang terpasang di 12 Polda di Indonesia, yakni Polda Metro Jaya, Polda Banten, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Polda Jawa Timur, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Lampung, Polda Sumatera Barat, Polda Sulawesi Utara, dan Polda Sulawesi Selatan. (rilis)

Editor: Andrew Kresna
Editor: Andrew KresnaSelasa, 23 Maret 2021 18:25
Komentar